Ringkasan Artikel:
Epic Games resmi memangkas lebih dari 1.000 karyawannya akibat penurunan drastis pemain Fortnite sejak 2025. CEO Tim Sweeney menegaskan bahwa langkah efisiensi ini bukanlah dampak dari implementasi Artificial Intelligence (AI).
Epic Games kembali mengambil langkah sulit dengan memangkas lebih dari 1.000 karyawan mereka. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini memengaruhi sekitar 20% dari total tenaga kerja di perusahaan pembuat engine grafis Unreal Engine tersebut.
Penurunan Pemain Fortnite Jadi Biang Kerok
Alasan utama di balik PHK massal ini adalah kondisi keuangan perusahaan. CEO Epic Games, Tim Sweeney, secara terbuka menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan yang mereka hasilkan.
"Penurunan engagement pemain Fortnite yang dimulai sejak 2025 berarti kita menghabiskan jauh lebih banyak uang daripada yang kita hasilkan," ungkap Tim Sweeney dalam pernyataannya.
Untuk mengatasi masalah ini, Epic Games telah mengambil langkah penghematan agresif. Penghematan senilai lebih dari $500 juta tersebut mencakup pengurangan anggaran pemasaran, membatasi perekrutan kontraktor eksternal, serta menutup beberapa lowongan pekerjaan yang masih terbuka.
Bukan Karena Implementasi AI
Di tengah maraknya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di industri game yang kerap dituding sebagai penyebab hilangnya lapangan kerja, Sweeney membantah keras hal tersebut. Ia menegaskan bahwa PHK ini tidak dipicu oleh AI.
Epic Games masih sangat membutuhkan peran dari para developer perangkat lunak untuk menjaga kelangsungan ekosistem pengembangan mereka, terutama untuk pengembangan Unreal Engine dan peluncuran konten Fortnite ke depannya.
Komentar (0)
Silakan Login untuk meninggalkan komentar dan membalas komentar lainnya.
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!


