Ringkasan Artikel:
Fase kualifikasi esports Asian Games 2026 segera dimulai pada bulan Mei hingga Juni. Namun, pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Timnas Indonesia belum berjalan, mengancam persiapan para atlet.
Waktu menuju kualifikasi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang semakin mendekat. Cabang olahraga esports rencananya akan mulai menggelar fase kualifikasi pada bulan Mei hingga Juni 2026 mendatang. Namun di tengah sempitnya waktu persiapan, Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk kontingen Indonesia ternyata belum juga dimulai.
Kabar ini diungkapkan langsung oleh Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana. Saat ditemui di kantor Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) di Jakarta Selatan pada pertengahan April 2026, Richard menyayangkan lambatnya langkah untuk memulai training camp nasional.
Mengapa Pelatnas Sangat Mendesak?
Menurut Richard, Pelatnas bukan sekadar tempat kumpul dan latihan rutinitas biasa. Pemusatan latihan ini sangat penting untuk menyamakan visi, strategi, serta mendongkrak performa para punggawa esports yang akan membawa nama merah putih.
"Harapan kami memang secepat-cepatnya kami bisa segera menyelenggarakan national training camp untuk membantu menyatukan semua atlet demi kepentingan Merah Putih kita, lolos dulu ke Main Event," ujar Richard.
Belum berjalannya program ini dikhawatirkan dapat mengganggu target awal timnas, yakni untuk memastikan tiket lolos ke fase Main Event di Jepang.
9 Nomor Esports yang Diikuti Indonesia
Pada Asian Games 2026 kali ini, cabang olahraga esports akan kembali menjadi sorotan. Indonesia menargetkan partisipasi pada 9 nomor pertandingan bergengsi, di antaranya:
- Gran Turismo 7
- eFootball
- Pokémon Unite
- Fighting Games (Street Fighter 6, Tekken 8, The King of Fighters XV)
- Identity V
- Naraka: Bladepoint
- Mobile Legends: Bang Bang
- PUBG Mobile
- Honor of Kings
Beberapa game populer seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Honor of Kings, hingga Identity V mewajibkan pesertanya untuk melalui fase kualifikasi regional. Sementara game lain seperti eFootball dan Gran Turismo 7 akan langsung melaju ke Main Event.
Fokus Lolos Kualifikasi Terlebih Dahulu
Richard juga menegaskan bahwa saat ini fokus utama dari PB ESI dan jajaran pelatih adalah memastikan para atlet bisa menembus babak Main Event yang akan diadakan September mendatang. Jika pelatnas lambat dieksekusi, maka menyelaraskan chemistry atlet akan menjadi hambatan berat jelang bulan Mei nanti.
Semoga saja pihak-pihak terkait dapat segera memberikan lampu hijau agar armada Timnas Esports Indonesia siap membanggakan negara di kancah Asia!
Komentar (0)
Silakan Login untuk meninggalkan komentar dan membalas komentar lainnya.
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!


