Ringkasan Artikel:
CEO baru Xbox mengumumkan penurunan harga untuk layanan Game Pass, namun kebijakan penambahan game Call of Duty ke dalam layanan ini akan mengalami perubahan signifikan.
Xbox Game Pass Turun Harga di Bawah CEO Baru
Kabar mengejutkan datang dari kubu hijau! CEO baru Xbox, Asha Sharma, baru saja membuat gebrakan dengan mengumumkan penurunan harga untuk layanan berlangganan Xbox Game Pass. Langkah ini diambil setelah banyak keluhan dari para gamer bahwa tier tertinggi Game Pass terasa terlalu mahal untuk dipertahankan dalam jangka panjang.
Bagi banyak pemain PC maupun konsol, Xbox Game Pass selalu menjadi layanan primadona berkat akses cepat ke ratusan game. Penurunan harga ini jelas menjadi angin segar di tengah naiknya harga game AAA. Namun, seperti kata pepatah, ada harga, ada rupa.
Kebijakan Baru Untuk Franchise Call of Duty
Di balik kabar gembira mengenai turunnya harga langganan, ada satu catatan penting yang wajib diperhatikan oleh para penggemar game First-Person Shooter (FPS). Microsoft mengonfirmasi bahwa mereka akan mengubah cara game Call of Duty ditambahkan ke dalam ekosistem Game Pass.
Sebelumnya, banyak yang berharap bahwa seluruh game Call of Duty akan langsung masuk ke Game Pass secara utuh di hari pertama (Day One). Namun, dengan harga langganan yang baru, Microsoft harus memutar otak agar tidak rugi besar.
Apa Artinya Bagi Gamer?
- Harga Lebih Bersahabat: Bagi kamu yang fokus memainkan game indie atau game pihak ketiga (third-party) di Game Pass, ini adalah keuntungan besar.
- Strategi COD Berubah: Game Call of Duty mungkin tidak lagi dirilis secara Day One, atau mungkin akan ada skema tier langganan yang berbeda khusus untuk game-game franchise besar dari Activision.
Langkah ini menunjukkan bahwa Microsoft sedang beradaptasi dan mencari titik tengah antara menguntungkan pelanggan dan menjaga bisnis mereka tetap sustainable.
Komentar (0)
Silakan Login untuk meninggalkan komentar dan membalas komentar lainnya.
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!


